Plus-Minus Besi Beton Untuk Konstruksi

Besi beton atau juga dikenal dengan nama beton bertulang atau besi tulang beton merupakan besi khusus yang umumnya digunakan untuk penulangan konstruksi beton pada sebuah bangunan. Besi beton sendiri menjadi salah satu material yang paling penting pada jenis konstruksi beton struktur bangunan. Hampir semua konstruksi bangunan seperti gedung, bendungan, jembatan, tunnel, viaduct, pengerasan jalan, drainase dan lainnya, keseluruhannya menggunakan beton bertulang.

Sifatnya yang tahan getaran, gempa dan tak termakan karat membuat beton bertulang selalu menjadi andalan dalam sebuah proyek konstruksi sebagai penahan beban. Meski nampaknya memiliki banyak keunggulan, besi beton ternyata juga memiliki kekurangan atau kelemahan. Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan besi beton yang perlu Anda ketahui.

Kelebihan Besi Beton atau Beton Bertulang

Kelebihan atau keutamaan besi beton antara lain:

  1. Strukturnya sangat kokoh.
  2. Memiliki kekuatan tekan yang lebih tinggi dibanding material konstruksi lain.
  3. Lebih awet serta tahan lama tanpa kehilangan daya tahan terhadap beban. Hal ini disebabkan adanya proses pemadatan semen yang semakin lama semakin membatu.
  4. Punya daya tahan yang tinggi terhadap api dan air. Hal ini karena jika terkena air tidak berkarat dan bila terkena api maka struktur dengan ketebalan penutup beton tertentu hanya akan rusak di bagian permukaannya saja.
  5. Dapat dibuat dalam beragam bentuk seperti balok, pelat, kolom atau atap kubah dengan macam-macam fungsi.
  6. Pembuatan dan instalasi konstruksi beton bertulang bisa dilakukan oleh tenaga berkeahlian rendah dengan mudah dibandingkan dengan struktur baja.
  7. Hampir tidak ada biaya pemeliharaan, kalau pun ada biayanya sangat rendah.
  8. Hemat biaya untuk penggunaan material tiang tumpuan jembatan, dinding basement, fondasi tapak dan sejenisnya.
  9. Biaya untuk membuat material konstruksi besi beton murah. Hal ini dikarenakan bisa menggunakan bahan-bahan lokal seperti kerikil, pasir, air, tulangan baja serta sedikit semen.
  10. Pada tanah dasar yang kurang baik, besi beton tidak sulir digunakan dibandingkan

 

Kekurangan Besi Beton atau Beton Bertulang

Kelemahan atau kekurangan besi beton antara lain :

  1. Lamanya waktu pengerjaan besi beton.
  2. Rendahnya daya kuat tarik. Maka dari itu diperlukan penggunaan tulangan tarik.
  3. Membutuhkan biaya yang mahal untuk biaya bekisting yaitu antara sepertiga atau dua pertiga dari total biaya struktur beton.
  4. Punya kualitas yang bervariasi bergantung pada kualifikasi pembuatnya.
  5. Agar tetap pada tempatnya hingga beton mengeras, diperlukan bekisting penahan pada saat pengecoran beton. Selain itu dibutukan juga penampang yang besar pada konstruksi untuk menahan berat beton yang mencapai 2,4 t/m3.
  6. Sulitnya pengontrolan terhadap proses penuangan dan perawatan beton dengan ketepatan maksimal. Hal ini sendiri tidak berlaku pada proses produksi material struktur lain.
  7. Besi beton akan menjadi berat karena rendahnya kekuatan per satuan berat dari beton. Dari sini akan mempengaruhi momen lentur karena struktur-struktur bentang-panjang dimana berat beban mati beton yang besar.
  8. Terlalu banyaknya sifat-sifat beton serta proporsi-campuran dan juga pengadukannya.

Pengolahan Besi Beton

Karena sifatnya yang keras besi beton tidak bisa diproses begitu saja menggunakan tangan. Maka dari itu dibuatlah berbagai macam alat bantu dan mesin pengolah besi beton seperti berikut ini:

Bar Bending

Bar Cutting

Pemotong Besi Manual

Alat Pembulat Besi

 

Inilah beberapa informasi mengenai kelebihan dan kekurangan besi beton atau beton bertulang untuk sebuah proyek konstruksi. Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan ini maka Anda bisa menilai sendiri apa yang terbaik untuk konstruksi bangunan yang sedang Anda kerjakan.

Scroll to Top