Teknik Pembuatan Carport yang Kuat dari Awal Hingga Akhir

Carport telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sebuah rumah. Sayangnya, pembuatan carport seringkali tidak dilakukan dengan cermat dan mengabaikan banyak hal penting. Akibatnya dalam kurun waktu yang singkat, carport segera mengalami kerusakan. Nah, bagaimanakah sebenarnya teknik pembuatan carport yang kuat? Jika Anda berencana membangun carport, sebaiknya simak teknik pembuatan carport yang kuat dari awal hingga akhir berikut ini.

  1. Membuat subgrade yang stabil

Banyak orang tak memperhatikan pentingnya landasan yang kuat pada carport. Seringkali carport dibangun dengan mengurug halaman depan lalu memadatkannya, kemudian memasang keramik di atasnya. Landasan seperti ini tentunya bukanlah landasan yang kuat untuk carport.

Untuk membuat landasan yang kuat, siapkanlah lapisan subgrade terlebih dahulu. Caranya, bersihkan dan ratakan area yang hendak digunakan sebagai carport. Kemudian padatkan dengan menggunakan mesin pemadat atau stamper agar landasan carport benar-benar stabil sehingga nantinya permukaan carport tidak mudah retak.

Selanjutnya di atas subgrade, tambahkanlah batu kali berdiameter 20 cm atau gravel agar membentuk lapisan yang padat. Lapisan batu kali ini akan meningkatkan kepadatan subgrade dan menghindari tanah naik ke atas. Barulah setelah itu hamparkan pasir atau sirtu dengan ketebalan kurang lebih 5 cm.

  1. Persiapan dan proses pengecoran beton yang benar

Pada tahapan ini, sebaiknya perhatikanlah kualitas beton yang akan digunakan dalam pengecoran. Adapun kualitas beton dinyatakan dengan satuan K. Semakin tinggi angka yang ditunjukkan, maka semakin bagus pula kualitas beton tersebut dan tentunya harga semakin mahal pula. Contohnya saja K200 atau K300.

Untuk carport rumah, beton K200-K250 sudah mencukupi meskipun dibutuhkan waktu yang cukup lama supaya beton cor mencapai kekuatan maksimal yakni sekitar 28 hari. Tetapi jika diburu waktu, gunakan beton K300 yang membutuhkan waktu kurang dari 28 hari untuk mencapai kekuatan maksimal. Selain pemilihan kualitas beton, perhatikan pula mengenai pemakaian perkuatan berupa wire mesh atau tulangan beton. Untuk keperluan carport, tulangan beton yang digunakan berkisar antara tulangan ukuran 8cm hingga 10cm.

Jika kualitas beton dan tulangan beton sudah disiapkan, barulah proses pengecoran bisa dimulai. Sebaiknya proses pengecoran dilakukan secara terus menerus atau tidak terputus supaya hasil pengecoran lebih optimal. Untuk mendapatkan hasil terbaik, lakukan pengecoran beton di malam hari.

  1. Tahap pelapisan carport untuk estetika

Beton cor menjadi pilihan favorit dan bahan yang ideal untuk carport. Namun tampilan lantai carport yang dibuat dari beton cor memang kurang menarik karena warnanya yang kusam. Untuk itu, Anda bisa melakukan tahap pelapisan carport beton cor dengan berbagai pilihan bahan seperti beton cap dan floor harderner.

  • Beton cap

Dengan menggunakan beton cap, dijamin tampilan lantai carport Anda menjadi lebih cantik. Untuk memakai beton cap, tebarkanlah bahan color harderner terlebih dahulu saat beton cor berada dalam kondisi setengah kering. Kemudian terbarkanlah bahan release agent yang berfungsi mencegah melekatnya zat color harderner pada alat cetak.

Barulah kemudian dilanjutkan dengan tahapan pembuatan tekstur dengan memakai alat cetak yang terbuat dari karet. Alat cetak ini berfungsi membuat tekstur dengan kedalaman 3 mm sampai dengan 1 cm. Lalu pada hari berikutnya dilakukan proses finishing untuk menyempurnakan warna pada permukaan lantai beton carport. Jika sudah selesai, bersihkan permukaan lantai dengan air dan obat pembersih khusus. Lantas pada hari selanjutnya lakukan proses coating memakai sacrifice agent.

  • Floor harderner

Floor harderner ini berbentuk seperti semen tetapi memiliki pigmen warna. Anda bisa memilih salah satu varian warna yang tersedia seperti warna hijau, biru, kuning atau ivory. Atau bisa juga dengan memadukan warna bentuk pada lantai carport beton.

Floor harderner diaplikasikan pada saat beton sudah dalam keadaan setengah kering yang ditandai dengan tak ada genangan air lagi di permukaannya. Selanjutnya, permukaan beton digosok dengan menggunakan roskam kayu. Barulah kemudian bahan floor harderner ditebarkan, diratakan dan dipadatkan dengan memakai roskam kayu. Nantinya lapisan floor harderner akan meresap dan bersatu dengan lapisan beton cor yang masih mengandung sisa-sisa air. Adapun ketebalan ideal lapisan floor harderner ini adalah sekitar 2 mm hingga 3mm.

Jika floor harderner sudah kering, lakukan penggosokan dengan memakai mesin. Kemudian gunakan roskam besi untuk membuat tekstur pada permukaan lantai. Setelah itu tambahkan cairan curing untuk mencegah terjadinya penguapan yang terlalu cepat. Penguapan yang terlampau cepat akan memicu terjadinya keretakan.Tunggulah setidaknya 2 hari sebelum carport digunakan. Lapisan floor harderner yang ditambahkan pada permukaan carport beton ini mudah dibersihkan dari berbagai kotoran. Anda cukup membersihkan dengan menggunakan bensin dan air jika permukaannya terkena oli.

Nah, dari uraian di atas tentu Anda bisa memperkirakan bahwa biaya yang harus dikeluarkan memang tak sedikit untuk membuat carport yang benar-benar kuat dan bagus. Namun bila dibandingkan dengan daya tahannya, Anda akan merasakan bahwa biaya tersebut tidaklah berlebihan. Carport yang kuat dan bagus akan meminimumkan biaya perbaikan dan Anda bisa menggunakannya lebih lama lagi.

Summary
Membuat Carport yang Kuat
Article Name
Membuat Carport yang Kuat
Description
Bagaimanakah sebenarnya teknik pembuatan carport yang kuat? Jika Anda berencana membangun carport, sebaiknya simak teknik pembuatan carport yang kuat dari awal hingga akhir berikut ini.
Author
Publisher Name
Strong Indonesia
Publisher Logo

Ada pertanyaan/komentar? Tuliskan di sini:

Scroll to Top