Memahami Tata Ruang Kota dan Elemen-Elemen Pendukungnya

Dalam sebuah kota, terdapat penduduk yang punya latar belakang berbeda. Tapi banyak penduduk kota yang lebih berorientasi ekonomis atau lebih mengarah ke bidang industri. Penataan ruang kota harus menyesuaikan karakteristik wilayahnya itu sendiri.

Untuk melakukan tata ruang untuk kota, dibutuhkan beberapa elemen-elemen pendukung seperti berikut ini:

Elemen-Elemen Pendukung Tata Ruang Kota

Zonasi Kota

Pengembangan tata ruang kota bisa dijelaskan dengan teori-teori tertentu, salah satunya adalah teori konsentris. Dalam teori ini, dijelaskan seputar struktur perkembangan kota secara teratur, dari inti kotanya, sampai ke tiap bagian pinggirnya. Pola ruang semakin meluas sampai menjauhi pusat kota merupakan konsep teori ini.

Terbentuknya zona karena pemekaran wilayah seperti gelang melingkar yang memiliki pengelompokan bilik. Bagian terkecil ada di pusat tengah lalu bagian yang terbesar terdapat di bagian paling luar. Agar lebih jelas, berikut detail seputar beberapa zonasi kota:

Zona sentral pusat

Inilah kawasan pusat kegiatan bisa meliputi kepentingan aktivitas budaya, sosial, ekonomi, dan politik. Sehingga terdapat banyak bangunan di kawasan ini baik itu mall, pusat perbelanjaan, perkantoran, maupun bangunan lainnya. Kawasan pusat merupakan daerah yang sangat sibuk dan ramai.

Zona peralihan

Di luar kawasan sentral bisnis, terdapat kawasan yang sebagian besar jalanan besar seperti jalan tol dan jembatan. Zona ini ditandai dengan pemanfaatan ruang campuran antara tempat usaha dan area pemukiman. Lalu bisa juga berkembang menjadi pemukiman elite seperti pusat perhotelan.

Zona pemukiman pekerja

Dalam kawasan pemukiman pekerja, kebanyakan orang yang menempati zona tersebut adalah yang memiliki pekerjaan di kota. Mereka cenderung mempunyai rumah atau tempat tinggal dengan lokasi yang dekat dengan tempat mereka bekerja. Sementara biaya hidup di zona ini biasanya lebih rendah kalau dibandingkan dengan di pemukiman yang mewah atau elit.

Zona pemukiman lebih baik

Mereka yang tinggal di area ini punya kondisi finansial lebih menjanjikan dibandingkan mereka yang tinggal di zona lainnya. Zona ini memiliki jarak yang cenderung jauh kalau dari pusat kota sehingga kawasan pemukiman satu ini lebih tenang. Karena faktor kenyamanan tersebut, maka bisa saja harga bangunan pada zona ini lebih mahal dibandingkan beberapa zona lainnya.

Zona penglaju

Di bagian paling luar yaitu daerah pinggiran, inilah yang biasa menjadi daerah perbatasan antar kota. Kalau kotanya memiliki pantai, maka zona penglaju berarti pinggiran tepi pantai, atau pelabuhan. Zona ini bisa juga termasuk daerah peralihan batas dua kota.

Pada kawasan ini, cenderung memiliki tingkat kependudukan yang lebih tinggi dibandingkan kawasan lainnya. Jenis pekerjaan pada zona ini juga lebih bervariasi. Tata ruang perkotaan biasanya diterapkan berdasarkan zonasi tersebut agar bisa sesuai dengan latar belakang dan kebutuhan penduduk.

Desain Jalan

Elemen penting lainnya dari tata ruang perkotaan yaitu desain jalan. Untuk melakukan desain jalan, dibutuhkan perencanaan geometrik. Inilah bagian perencanaan jalan yang fokus pada sifat-sifat dan tuntutan lalu lintas di daerah terkait. Perencanaan geometrik jalan bertujuan menciptakan hubungan antara ruang dan waktu yang positif sehingga bisa menunjang aktivitas kendaraan.

Desain jalan yang efisien bisa menunjang kenyamanan aktivitas dan berdampak baik untuk kebutuhan ekonomi. Umumnya perencanaan geometrik jalan menyangkut lebarnya jalan, tikungan, jarak pandang, landai dan tidaknya jalan, maupun kombinasi beberapa aspek tersebut.

Lewat perencanaan desain jalan yang optimal, maka bisa berhubungan baik dengan kualitas lalu lintas. Konstruksi jalan juga merupakan hal yang sangat penting karena sangat berkaitan dengan beban pada jalanan. Agar mendukung mobilitas penduduk, desain jalan harus dibuat dengan sebaik mungkin.

Ruang Terbuka Publik

Selanjutnya adalah ruang terbuka, ruang publik ini berarti ada di luar dan bisa dimanfaatkan oleh siapa pun itu untuk melakukan berbagai aktivitas tertentu. Salah satu ruang publik yang paling umum yaitu jalanan, dan jalur pedestrian atau yang biasa disebut jalur trotoar.

Tapi selain itu, masih banyak lagi ruang publik terbuka lainnya yang bebas digunakan yaitu lapangan olahraga publik, lingkungan taman publik, dan lain sebagainya. Sebelumnya Anda perlu tahu pengelompokan ruang terbuka itu sendiri. Ruang terbuka memiliki dua macam kelompok yaitu yang umum dan yang khusus:

Ruang umum; contoh ruang umum yang dimaksud di sini yaitu meliputi taman kota, jalan, taman rekreasi, jalur pejalan kaki, plaza, maupun lapangan olahraga.

Ruang khusus; sementara ruang terbuka yang khusus yaitu seperti misal lapangan upacara, taman di rumah, kawasan lapangan terbang, lapangan latihan militer, dan lain sebagainya.

Ruang publik terbuka ini merupakan elemen pendukung perancangan kota yang sangat penting. Adanya ruang publik tersebut bisa memastikan lingkungan ekologis tetap dalam performa terbaiknya dan menunjang kebutuhan sosial penduduk juga. Dengan adanya ruang terbuka publik yang memadai, maka masyarakat bisa lebih nyaman tinggal di kawasan tempat tinggal mereka.

Konservasi Kota

Konservasi juga merupakan dasar perancangan kota dan dinilai sebagai upaya yang bisa melestarikan nilai sejarah dan budaya kota. Pertimbangkan konservasi kota pada rencana tata ruang bisa bermanfaat mengurangi keperluan-keperluan yang kurang penting. Misal saja ada pembangunan tertentu yang sebenarnya tidak termasuk kebutuhan kota.

Konservasi berarti juga memelihara kawasan baik itu lingkungan maupun bangunannya. Dengan upaya konservasi kota, maka bisa mempertahankan identitas dari suatu kota.

Pengembangan Perkotaan

Lalu elemen yang terakhir adalah pengembangan perkotaan, inilah usaha pengelolaan perubahan dalam kawasan perkotaan untuk mencapai keseimbangan lingkungan. Kondisi kota tentunya harus senantiasa harmonis supaya penduduk bisa merasa nyaman ketika tinggal di sana. Dari pertumbuhan kota, maka bisa saja memicu pemekaran kota lalu dapat berdampak kepada fungsi lahan yang berubah.

Saat melakukan tata ruang, pengembangan perkotaan perlu dipertimbangkan agar hasilnya benar-benar bermanfaat untuk penduduk sekitar. Tata ruang memang bukan hal yang sepele karena harus memperhatikan banyak aspek. bentuk pembangunan yang sudah dilaksanakan sampai sekarang ini butuh tersedianya lahan terutama yang sifatnya fisik.

Dalam memenuhi kebutuhan lahan tersebut, bisa saja memicu dinamika penggunaan lahan. Isu berubahnya penggunaan lahan itu sendiri bisa dipengaruhi perkembangan daerah, pertumbuhan penduduk, dan faktor lain sebagainya. Tuntutan kota semakin meningkat seperti kebutuhan rumah yang meningkat seiring pertumbuhan penduduk sehingga butuh ruang tempat tinggal.

Pengembangan perkotaan itu sendiri perlu memperhatikan fasilitas-fasilitas pendukung, misalnya jalanan aspal yang memadai. Pemanfaatan ruang jika tidak disertai dengan tata ruang berkualitas, maka bisa saja mengakibatkan perkembangan hanya terasa pada daerah tertentu saja atau tidak merata.

Jika perkembangan dilakukan secara tidak seimbang, maka bisa berpengaruh ke tekanan penduduk. Berbagai permasalahan pun akan muncul jika aspek-aspek tata ruang lain tidak dikelola dengan baik. Supaya tata ruang perkotaan bisa memiliki hasil memuaskan, beberapa elemen di atas perlu dikaji dengan baik sehingga masyarakat pun bisa hidup dengan nyaman.

Penulis: Arif Yulianto Permana

Arif Yulianto Permana, seorang lulusan S1 Teknik Arsitektur yang memadukan kreativitas dan perhatian mendalam dengan isu-isu sustainability. Dengan visi inovatifnya, ia telah mengerjakan beragam proyek, dari rumah tinggal yang elegan hingga proyek-proyek komersial yang beragam.

Scroll to Top